Literature Review Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi di Sekolah Dasar Tahun 2021-2025

Authors

  • Putri Nur Fahmi Program Studi Pendidikan Dasar, Universitas Negeri Semarang
  • Tri Astuti Program Studi Pendidikan Dasar, Universitas Negeri Semarang
  • Decky Avrilianda Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang
  • Nuni Widiarti Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.33578/kpd.v5i3.p344-356

Keywords:

Problem Based Learning, HOTS, Sekolah Dasar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan kompetensi krusial yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar, namun praktik pembelajaran yang berpusat pada guru masih menjadi hambatan utamanya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk implementasi model Problem Based Learning (PBL) di sekolah dasar, menganalisis kecenderungan efektivitasnya terhadap HOTS, mengidentifikasi indikator HOTS yang paling berkembang, serta memetakan faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci berbahasa Indonesia dan Inggris, terbatas pada jurnal terindeks Sinta 2–3 dan jurnal internasional terbuka periode 2021–2025. Dari 200 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 8 artikel memenuhi seluruh kriteria inklusi untuk dianalisis dan disintesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mayoritas artikel yang dikaji mengindikasikan kecenderungan positif penerapan PBL terhadap peningkatan HOTS siswa SD, khususnya pada indikator berpikir kritis dan pemecahan masalah. Efektivitas PBL cenderung meningkat ketika diintegrasikan dengan media pembelajaran interaktif dan pengembangan keterampilan sosial. Namun, klaim efektivitas bersifat terbatas mengingat tidak tersedianya data effect size atau meta-analisis lintas studi. Faktor penghambat yang teridentifikasi meliputi keterbatasan validasi instrumen HOTS, durasi penelitian yang singkat, dan ketergantungan implementasi pada kompetensi pedagogis guru. Penelitian lanjutan berdesain longitudinal dengan instrumen tervalidasi dan kontrol kemampuan awal siswa diperlukan untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih kuat.

Published

31.07.2026

How to Cite

Fahmi, P. N., Astuti, T., Avrilianda, D., & Widiarti, N. (2026). Literature Review Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi di Sekolah Dasar Tahun 2021-2025. Jurnal Kiprah Pendidikan, 5(3), 344–356. https://doi.org/10.33578/kpd.v5i3.p344-356